Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Statistik Pengunjung

Polling

Saya dapat mencari informasi yang dibutuhkan dengan mudah:
 

Kalender Kegiatan 2014

RizVN Login



Rab

29

Mei

2013

Teknologi Mitigasi Adaptasi Gas Rumah Kaca Di Lahan Gambut PDF Cetak E-mail
Oleh ADMIN BALINGTAN   

Berita Balingtan - Lahan gambut merupakan areal ‘penyimpan’ karbon yang sangat penting. Hutan pada lahan gambut mempunyai peranan penting dalam penyimpanan karbon (30% kapasitas penyimpanan karbon global dalam tanah) dan memberikan manfaat keanekaragaman hayati, pengatur tata air, dan pendukung kehidupan masyarakat. Pembukaan lahan gambut yang semakin meluas dapat mengakibatkan pelepasan karbon dan sekaligus mengakibatkan lahan gambut rentan terhadap kebakaran yang pada akhirnya dapat menyumbangkan pelepasan emisi Karbon Dioksida (CO2) ke atmosfer. Gambut mengandung karbon yang sangat tinggi dan mudah terbakar apabila kondisi kering, Kebakaran gambut mengancam sosial, ekonomi maupun ekologi (Hairirah, 2007). Noor (2012) menyatakan bahwa kebakaran yang terjadi tersebut ke depan akan menjadi permasalahan yang serius bagi lingkungan dalam 50 - 100 tahun mendatang. Hal ini dilihat dari sumbangan emisi gas rumah kaca seperti CO2, CH4, dan NO2 di udara sejak 1997-2006 yang dilaporkan oleh Wibowo (2009) mencapai 1400 juta ton/tahun. Kerberhasilan usaha pertanian dan mitigasi gas rumah kaca dari lahan gambut sangat dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah gambut dan cara pengelolaan air, tanah dan lingkungannya:

1) Teknologi pengelolaan air harus disesuaikan dengan karakteristik gambut dan jenis tanaman. Salah satu upaya menurunkan emisi GRK dan meningkatkan hasil adalah dengan pemberian amelioran. Amelioran berfungsi sebagai agen oksidasi/penerima elektron (oksidan) dan soil amendment karena kandungan yang terdapat didalamnya.

2) Pengelolaan tanah dalam upaya pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian harus berdasarkan pada konsep menyehatkan tanah terlebih dahulu. Sistem pengelolaan air (water management) merupakan kunci pengelolaan lahan pasang surut (gambut) untuk pertanian. Pengelolaan air yang baik adalah sistem drainase terkendali. Prinsipnya adalah elevasi muka air dipertahankan setinggi mungkin tetapi cukup rendah sesuai untuk keperluan tanaman. Sistem tata air untuk perkebunan di lahan gambut dengan tanah potensi sulfat masam dilakukan dengan membuat sistem aliran satu arah (one-way flow) untuk menjamin efektifitas proses pencucian racun (leaching).

Salah satu upaya menurunkan emisi GRK dan meningkatkan hasil adalah dengan pemberian amelioran. Amelioran berfungsi sebagai agen oksidasi/penerima elektron (oksidan) dan soil amendment karena kandungan yang terdapat didalamnya
Komentar (0)Add Comment
Menulis komentar
 
  lebih kecil | lebih besar
 

busy
LAST_UPDATED2
 

Video Integrasi Tanaman-Ternak Ramah Lingkungan



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

Video Lingkungan Pertanian



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

Video Semarak Kemerdekaan RI Ke-68



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

Video Bertani Cerdas Ramah Lingkungan



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module
Joomla Templates by JoomlaVision.com